Selain Bahasa Jawa, Ini 8 Bahasa Daerah Lain yang Ada di Pulau Jawa

Selain Bahasa Jawa, Ini 8 Bahasa Daerah Lain yang Ada di Pulau Jawa

Pulau dengan penduduk terbanyak di Indonesia adalah pulau Jawa. Masyarakat yang menetap berasal dari bermacam wilayah dengan budaya tertentu, termasuk bahasa daerah asal. Apa saja bahasa daerah yang tersedia di pulau Jawa?
Pulau Jawa punya jumlah penduduk kurang lebih hampir 160 juta, dan jadi pulau berpenduduk terpadat di dunia. Meski menempati rangkaian terluas ke-5, Pulau Jawa dihuni oleh 60 % penduduk Indonesia.

Pulau ini secara administratif terbagi jadi enam provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten, dan juga dua wilayah khusus yaitu DKI Jakarta dan DI Yogyakarta Platform Pengembang Akademik dan Media Informasi .

Tiga bahasa utama yang dipertuturkan di Jawa adalah bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan bahasa Madura. Namun, lebih dari satu besar penduduk adalah orang dwibahasa, yang sanggup bahasa Indonesia baik sebagai bahasa pertama maupun kedua.

Baca juga:
Kamus Bahasa Jawa Sederhana yang Bisa Digunakan Sehari-hari
Selain tiga bahasa tadi, tersedia lebih dari satu bahasa daerah yang termasuk digunakan di Jawa menurut laman Kemendikbud, yaitu:

1. Jawa
Bahasa Jawa pasti terbanyak digunakan di Pulau Jawa, yaitu di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten.

Di Jawa Barat, bahasa Jawa dibagi jadi tiga dialek yaitu dialek Pantai Utara, dialek Cirebon, dan dialek Ciamis. Menurut perhitungan dialektometri, kadar perbedaan ketiga dialek ini adalah 51-60,75 persen apa yang membedakan bahasa suatu daerah dengan daerah lainnya .

Kemudian, bahasa Jawa di Jawa Tengah terdiri dari lima dialek. Ada dialek Solo-Yogya, dialek Pekalongan, dialek Wonosobo, dialek Banyumas, dan dialek Tegal. Perbedaan kelima dialek itu kurang lebih 60 persen.

Lalu bahasa Jawa di Yogyakarta. Isolek Jawa yang dituturkan di Yogyakarta dibandingkan dengan bahasa Jawa wilayah lainnya punya perbedaan dialek kurang lebih 51-80 % dan perbedaan subdialek berkisar 31-50 persen.

Bahasa Jawa yang dituturkan di Jawa Timur terbagi atas empat dialek, yaitu dialek Jawa Timur, dialek Osing, dialek Tengger, dan dialek Solo-Yogya. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, perbedaan keempat dialek itu berkisar 52-64 persen.

Terakhir, bahasa Jawa yang tersedia di Banten terdiri dari dua dialek, yaitu dialek Pantai Utara dan dialek Cikoneng. Menurut penghitungan dialektometri, kadar perbedaan kedua dialek tersebut sebesar 55 persen.

2. Sunda
Bahasa Sunda cukup banyak dituturkan oleh penduduk pulau Jawa. Seperti di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah.

Isolek Sunda di Jawa Barat terbagi jadi dua, yaitu dialek (h) dan dialek non-(h). Persentase perbedaan pada keduanya adalah 60 persen. Dialek (h) ini dituturkan di hampir semua wilayah Jawa Barat jikalau pesisir utara, seperti Bogor, Tasikmalaya, Kuningan, Bandung, Karawang, Subang, dan lainnya. Bahasa Sunda di Jawa Barat dengan bahasa Sunda yang tersebar di daerah lainnya punya kadar perbedaan berkisar 51-80 % supaya beda dialek.

Di Provinsi DKI Jakarta, bahasa Sunda biasanya tersebar di Kepulauan Seribu dan Jakarta Timur. Menurut perhitungan dialektometri, bahasa Sunda di DKI Jakarta dengan Sunda di Jawa Barat punya perbedaan 51,25 % supaya beda dialek.

Lalu, bahasa Sunda dituturkan di hampir semua wilayah Banten jikalau pesisir utara. Antara lain Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, Lebak dan Pandeglang. Isolek Sunda di Banten punya kadar perbedaan berkisar 51-80 persen, beda dialek jikalau dibandingkan dengan Sunda di daerah lainnya.

Terakhir, bahasa Sunda termasuk dipakai di Jawa Tengah. Seperti Kecamatan Bantarkawung, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap, dan tetap banyak lagi. Persentase Sunda di Jawa Tengah dengan daerah lain adalah 51-80 % supaya beda dialek menurut dialektometri.

3. Madura
Bahasa Madura berasal dari Pulau Madura. Bahasa ini tersebar di Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Selain itu, termasuk tersebar di Kabupaten Malang, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Jember, Banyuwangi, dan Kabupaten Gresik. Bahasa Madura di Jawa Timur punya dua dialek, yaitu dialek Pulau Madura dan dialek Pulau Bawean dengan kadar perbedaan 53 persen.

Baca juga:
7 Bahasa Daerah Sumatera Selatan, Bukan Hanya Palembang

4. Mandarin DKI Jakarta
Menurut penelitian, bahasa daerah di Jawa selanjutnya adalah bahasa Mandarin DKI Jakarta. Bahasa ini banyak tersebar di Glodok, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil dialektometri, isolek Mandarin DKI Jakarta dan isolek Mandarin di Ampenan, NTB punya perbedaan 88,75 persen.

5. Melayu
Bahasa ini dituturkan oleh penduduk Betawi DKI Jakarta, kerap termasuk disebut bahasa Betawi atau Melayu Betawi. Bahasa Melayu Betawi terdiri dari dua dialek, yaitu dialek Betawi Pusat dan dialek Betawi Pinggiran. Bahasa Melayu Betawi punya kadar perbedaan sebesar 75,75 % dengan bahasa Melayu di Riau.

6. Lampung Cikoneng
Bahasa ini awalannya berasal dari Lampung. Namun, dituturkan termasuk oleh penduduk Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Menurut pernyataan penduduk, nenek moyang mereka berasal dari daerah Kalianda di Lampung Selatan.
Secara historis, pernah Lampung dan Banten termasuk punya kedekatan khusus dan secara geografis posisi kedua daerah itu hanya dihubungkan Selat Sunda.

Menurut hasil perhitungan dialektometri, isolek Lampung di Banten dengan Lampung di Lampung Selatan punya perbedaan dengan kadar di atas 81 persen. Bahasa ini lantas disebut Lampung Cikoneng sesuai daerahnya.

7. Bugis
Bahasa Bugis sebetulnya adalah bahasa asal Pulau Sulawesi. Namun bahasa ini termasuk dituturkan di DKI Jakarta, yaitu di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.

Menurut penghitungan dialektometri, perbandingan isolek Bugis DKI Jakarta dengan isolek Bugis di Pulau Sulawesi punya kadar perbedaan sebesar 45 persen.

 

8. Bajo
Bahasa Bajo termasuk merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Sulawesi. Namun dituturkan termasuk oleh penduduk yang berada di Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

Bahasa Bajo di penduduk Desa Sapeken, Jawa Timur dibandingkan dengan bahasa Bajo di Provinsi Sulawesi keseluruhan punya kadar perbedaan kurang lebih 71-74,25 % supaya beda dialek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *